Search In This Blog

Keep Your Mind Wide Open

You’ve got to keep your mind wide open. All the possibilities.

Keep Your Mind Wide Open

You’ve got to live with your eyes open. Believe in what you see.

Keep Your Mind Wide Open

Have you ever wanted more? Wanted more? Don’t you know there’s so much more.

Keep Your Mind Wide Open

Tomorrows horizons full of surprises Don’t let them take your dreams away.

Keep Your Mind Wide Open

Don’t hesitate, contemplate. No it’s not too late.

Jumat, 13 Januari 2012

3 Kapal Induk Alien Menuju Bumi?


NASA, SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence), sebuah organisasi nonkomersial yang independen, merilis pernyataan sensasional yaitu tiga pesawat ruang angkasa raksasa sedang menuju Bumi. Salah satu yang terbesar dari pesawat itu mempunyai lebar adalah 240 kilometer. Dua pesawat lain lebih kecil. Saat ini, objek berada di luar orbit Pluto.

Pesawat alien ini terdeteksi oleh sistem pencarian HAARP. Sistem, yang berbasis di Alaska, yang dirancang untuk mempelajari fenomena atmosfir. Menurut peneliti SETI, objek luar angkasa ini akan terlihat di teleskop optik segera setelah mereka mencapai orbit Mars. Pemerintah AS dilaporkan telah menerima informasi dan diperkirakan Kapal-kapal akan mencapai Bumi pada bulan Desember 2012.

Perkiraan waktu kedatangan membawa pikiran tentang kalender Maya, yang berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Apakah itu hanya kebetulan? Kemungkinan besar, Meskipun, peneliti SETI juga bisa dianggap aneh karena selama mereka meneliti selama 50 tahun mereka belum menemukan hasil.

Namun demikian, manusia termasuk baru mulai menjelajahi ruang angkasa. “Kami hanya pendatang baru di dunia ini besar dan belum diselidiki. Banyak yang percaya bahwa ada peradaban lain di samping ruang peradaban kita sendiri. “ demikian ilmuwan SETI.

Rumor mengatakan bahwa Amerika menyembunyikan banyak informasi tentang temuan di Bulan. Pada tahun 1988, seorang pejabat China terkemuka, anggota program luar angkasa, meluncurkan gambar jejak kaki manusia di permukaan bulan. Pejabat itu menyatakan bahwa ia telah menerima informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan menuduh Amerika menyembunyikan informasi tersebut. Foto-foto itu mulai tanggal 3 Agustus 1969 – dua minggu setelah Armstrong dan Aldrin melangkah ke permukaan Bulan pada tanggal 20 Juli 1969.

Pada tanggal 15 Maret 2009, The New York Times membuat sensasi lain. Pejabat China yang sama, Mao Kan, menyatakan bahwa ia telah memperoleh lebih dari 1.000 foto NASA rahasia tidak hanya foto-foto yang menggambarkan jejak kaki manusia, tetapi bahkan bangkai manusia di permukaan Bulan. Beberapa tulang pada bangkai hilang, kata pejabat itu. Mayat manusia dijatuhkan di Bulan dari pesawat ruang angkasa asing, sedangkan makhluk luar angkasa menyimpan beberapa contoh jaringan untuk penelitian.

Foto-foto itu diambil olehpesawat pengamat bulan. Ketiadaan udara memungkinkan untuk menangkap rincian dari orbit lunar. Gambar-gambar dari karkas itu sangat jelas.

Dr Ken Johnston, mantan Manager Data dan Foto Kontrol Departemen di NASA Lunar Laboratorium, mengatakan bahwa astronot telah menemukan dan memotret reruntuhan kuno buatan di Bulan. Seharusnya, astronot AS telah melihat mekanisme yang tidak diketahui di Bulan. Namun data itu disembunyikan oleh pemerintah AS.

Harta Karun Yang Terpendam Di Dunia

Danau Guatavita adalah tempat dimana manusia purba dari Colombia (Amerika Selatan) dulu pernah menyelimuti dirinya sendiri dengan debu emas, lalu mengayuh ke tengah danau dan menyebarkan emas dan berlian ke dalam danau sebagai korban kepada berhala mereka.




Danau Guatavita sempat menimbulkan kekacauan di Amerika Utara saat itu yang juga ikut membangun terhadap mitos El Dorado (Kota Emas). Percobaan pertama untuk mengambil emasnya dilakukan oleh Hernan Perez de Quesada pada tahun 1545.
Harta Karun Kapten Kidd







Kapten Kidd adalah seorang kapten kapal bajak laut yang ditahan oleh Pemerintah Inggris karena pembajakan dan pembunuhan, dan akhirnya digantung.



Takut digantung, Kapten Kidd akhirnya mengubur harta karunnya dan meminta para eksekusionernya untuk memburu harta karun tersebut dan mengambilnya. Para eksekusioner tersebut sempat mendapat harta itu, tetapi Kapten Kidd tetap digantung dan dimasukkan ke dalam aspal, lalu digantung di atas Sungai Thames ketika Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan gaji yang lebih besar kepada eksekusioner Kapten Kidd.



Harta karun itu kini berada di sebuah lokasi yang tidak diketahui, dengan sebuah peta ini yang menjadi petunjuknya:





Emas Montezuma







Zaman dahulu, para Aztec merajalela di Meksiko. Mereka membangun kerajaan-kerajaan yang megah, dipenuhi dengan kekayaan dan kemakmuran. Hingga akhirnya para penjelajah Spanyol datang. Karena keunikan warna kulit para orang Spanyol ini, orang Aztec yang tidak tahu apa-apa menyembahnya.



Namun, karena ketamakan dari para orang Spanyol, mereka mengambil alih istana Aztec, membunuh para raja-raja mereka termasuk Montezuma, seorang raja Aztec yang terkenal. Mereka juga melelehkan patung-patung emas milik Montezuma yang tersebar di Tenochtitlan, ibukota Aztec saat itu.



Hingga akhirnya, masyarakat Aztec merasa mereka telah dibohongi dan memburu para orang Spanyol keluar dari Tenochtitlan. Sayangnya, karena mereka masih terus saja rakus, para penjelajah Spanyol tersebut terus mencoba membawa emas yang berhasil mereka lelehkan. Sayangnya, emas yang mereka coba bawa terlalu berat, dan Tenochtitlan dikelilingi rawa. Para orang Spanyol tersebut akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar. Beberapa mencoba, namun mati bersama emasnya di rawa yang mengelilingi Tenochtitlan.
Sumur Oak Island








Oak Island, sebuah pulau kecil di Nova Scotia, Kanada, adalah sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Suatu hari di tahun 1775, seorang penebang kayu Daniel McGinnis sedang berjalan di pulau tersebut untuk mencari kayu ketika ia menemukan sebuah sumur.



Sumur tersebut amat dalam, dan ia begitu yakin bahwa ada harta karun di dalamnya -- logika menyatakan bahwa tidak ada orang yang tinggal disitu, untuk apa membangun sumur?



Beberapa abad kemudian, pencari harta karun mulai mencari di sumur itu, dan hingga saat ini, masih belum dapat dipastikan apakah ada emas didalamnya -- atau bahkan kedalaman sumur tersebut. Sumur Oak Island tetap menjadi misteri.




Harta Karun NAZI







Ketika perang dunia II, NAZI memiliki sebuah rencana rahasia yang amat picik, yaitu mencoba menghancurkan ekonomi Amerika dan Inggris dengan cara membanjiri kedua negara tersebut dengan mata uang palsu yang tidak berharga. Sebagian dari rencana ini termasuk... menghujani kota-kota Amerika dan Inggris dengan uang palsu. Modal yang digunakan untuk operasi ini adalah karya-karya seni mahal dan emas rampasan dari negara Eropa lain.


Operasinya disebut Operasi Bernhard. Namun, operasi ini terpaksa gagal ketika Amerika mematikan NAZI pada 1945. Tidak mau kehilangan modal mereka, para NAZI terpaksa membawa karya-karya seni dan emas mereka, membungkusnya kedalam plastik dan brankas, lalu menceburkannya ke dalam danau Toplitz.

Danau Toplitz ini begitu tinggi di atas pegunungan dan begitu dalam, hingga beberapa meter di bawah permukaannya, sudah tidak ada oksigen. Para pemburu harta karun juga harus melewati satu lagi: Austria. Austria adalah negara yang begitu sensitif terhadap kata "NAZI" hingga siapapun yang mengucapkannya secara literal masuk penjara.

Mereka juga harus melawan debu bawah air, pohon-pohon tumbang yang tenggelam ke dalam danau, dan kapal mereka terus menerus diterpa badai salju, yang menyebabkan rusaknya peralatan navigasi mereka.

Misteri Pembangunan Candi Borobudur dan Piramida

 

Banyak orang telah mengenal piramida. Piramida adalah bangunan modern pada masa purba yang terdapat di Mesir. Bangunan ini disusun bertingkat, makin ke atas makin kecil. Piramida terdiri atas ribuan bongkahan batu. Tiap batu mempunyai berat sekitar dua ton. Diperkirakan berat sebuah piramida mencapai jutaan ton. Bila dideretkan maka panjang batu pada piramida Cheops, piramida terbesar di Mesir, melebihi panjang pantai Amerika dari utara ke selatan. Bagaimana membuat piramida, berapa lama waktu untuk menyelesaikannya, dan berapa banyak orang yang mengerjakannya? Sejak lama para pakar masih belum bisa memberikan jawaban memuaskan. Hanya sebagian misteri yang berhasil diungkapkan, antara lain oleh arkeolog Inggris Howard Carter terhadap makam Tutankhamen di dalam sebuah piramida. Carter dan tim ekspedisinya menemukan terowongan berikut tangga yang tersusun rapi dan sejumlah catatan tertulis. Di dalam terowongan itu terdapat makam raja dan keluarganya yang mayatnya sudah diawetkan (mumi). Perhiasan emas, prasasti yang berisi kutukan, dan gambar dinding. Perlu waktu puluhan tahun untuk melakukan ekskavasi di sini. Eksperimen Banyak pakar menduga piramida dibangun dari bagian bawah terus ke atas. Tangga naik, untuk meletakkan batu-batu di atasnya, menggunakan punggung bukit. Setelah bagian tertinggi rampung, maka bukit tersebut dipangkas habis. Dengan demikian yang tersisa hanyalah piramida. Yang masih sukar diperkirakan adalah bagaimana membawa batu seberat dua ton ke atas. Kalau dengan kerekan, berapa besar kerekannya? Kalau dengan batang pohon, bagaimana menggelindingkan batu yang demikian berat itu? Masalahnya, salah perhitungan sedikit saja, nyawa terancam melayang. lni karena bentuk piramida Mesir sangat landai, tidak berundak sebagaimana piramida Amerika Selatan. Ditafsirkan, piramida dikerjakan selama berpuluh-puluh tahun. Bahan bangunan kemungkinan besar berasal dari sepanjang sungai Nil dan daerah-daerah di sekitar tempat piramida berdiri. Beberapa tahun lalu pakar-pakar Jepang, Prancis, dan negara-negara maju pemah melakukan eksperimen untuk membuat piramida tiruan. Mereka menggunakan alat-alat berat dan alat-alat modern, termasuk helikopter sebagai alat pengangkut batu.  Pada tahap pertama. mereka mengawalinya dari bagian bawah. Ternyata pembangunan piramida tidak rampung. Begitu pula ketika dimulai dari bagian atas. Mengapa teknologi masa kini tidak mampu menyaingi teknologi purba? Benarkah pekerja-pekerja Mesir dulu dibantu tenaga gaib para jin dan dewa sehingga berhasil mendirikan bangunan supermonumental itu? Piramida Mesir tidak dibuat sembarangan. Ada kaidah-kaidah tertentu yang harus ditaati. Pada bagian atas piramida terdapat sebuah lubang. Lubang ini menghadap ke arah matahari terbit. Hal ini tentu dimaklumi karena bangsa Mesir purba menganggap dewa Ra (Matahari) sebagai dewa tertinggi. Uniknya, bila bentuk piramida direbahkan ke atas tanah, maka sudut-sudutnya tepat berada di garis lingkaran. Dengan adanya bentuk demikian disimpulkan bahwa pembangunan piramida direncanakan dengan teliti. Apalagi bayangan matahari pada piramida tadi menunjukkan musim-musim yang ada di tanah Mesir. Menurut sejumlah ahli Egyptotogi (pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Mesir), makna simbolis pada piramida begitu besar. Tulisan-tulisan hieroglif menyiratkan ada unsur magis pada bangunan itu. 


Candi Borobudur Tahun 1930-an W.O.J. Nieuwenkamp pernah memberikan khayalan ilmiah terhadap Candi Borobudur. Didukung penelitian geologi, Nieuwenkamp mengatakan bahwa Candi Borobudur bukannya dimaksud sebagai bangunan stupa melainkan sebagai bunga teratai yang mengapung di atas danau. Danau yang sekarang sudah kering sama sekali, dulu meliputi sebagian dari daerah dataran Kedu yang terhampar di sekitar bukit Borobudur. Foto udara daerah Kedu memang memberi kesan adanya danau yang amat luas di sekeliling Candi Borobudur. Menurut kitab-kitab kuno, sebuah candi didirikan di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Puncak dan lereng bukit, daerah kegiatan gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai dan danau, dan pertemuan dua sungai dianggap menjadi lokasi yang baik untuk pendirian sebuah candi. Candi Borobudur didirikan dekat pertemuan Sungai Eto dan Progo di dataran Kedu. Tanpa bantuan peta sulit bagi kita sekarang untuk mengenali kedua sungai itu. Untuk menentukan lokasi candi mutlak diperlukan pengetahuan geografi dan topografi yang benar-benar handal. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur dianggap benar-benar luar biasa. Bahan dasarnya adalah batuan yang mencapai ribuan meter kubik jumlahnya. Sebuah batu beratnya ratusan kilogram. Hebatnya, untuk merekatkan batu tidak digunakan semen. Antarbatu hanya saling dikaitkan, yakni batu atas-bawah, kiri-kanan, dan belakang-depan. Yang mengagumkan, bila dilihat dari udara, maka bentuk Candi Borobudur dan arca-arcanya relatif simetris. Kehebatan lain, di dekat Candi Borobudur terdapat Candi Mendut dan Candi Pawon. Ternyata Borobudur, Mendut, dan Pawon jika ditarik garis khayal, berada dalam satu garis lurus. Maka kemudian orang mereka-reka bahwa pembangunan Candi Borobudur juga dibantu para jin, dewa, dan “orang pintar” lainnya.  Angkasa Luar Tahun 1970-an muncul Erich von Daniken, seorang pengarang fiksi ilmiah (science fiction), yang bukunya sangat populer. Beberapa karyanya seperti Kereta Perang Para Dewa, Kembalinya Bintang-Bintang, Emas Para Dewa, Mencari Dewa-Dewa Kuno, dan Mukjizat Para Dewa berhasil membius jutaan pembacanya dengan khayalan yang sulit dipercaya namun dapat juga dicerna akal sehat. Di dataran tinggi Nazca (Peru), demikian awal kisah, terdapat sebuah lajur tanah rata yang panjangnya lebih dari 50 kilometer. Para arkeolog menafsirkannya sebagai “jalan raya bikinan bangsa Inca”. Namun von Daniken menganggapnya sebagai “landasan bandar udara untuk melayani penerbangan antarbintang”, apalagi dia berhasil mengaitkannya dengan sejumlah temuan arkeologi.



Dengan imajinasinya von Daniken mengatakan pasti ada planet lain yang dihuni oleh makhluk sejenis manusia. Penghuni planet itu adalah makhluk-makhluk yang kecerdasan otak dan peradabannya melebihi manusia biasa. Berpuluh-puluh ribu tahun yang lalu makhluk-makhluk ini berkunjung ke bumi mengendarai wahana antariksa yang dapat mengarung angkasa dengan kecepatan supertinggi. Ternyata khayalan von Daniken didukung oleh berbagai tinggalan arkeologi.




Pada sebuah peta dari Istana Topkapi di Turki, tergambar benua Amerika dan Afrika dengan di bawahnya daratan Antartika di kutub selatan. Penggambaran peta demikian hanya mungkin dilakukan melalui pemotretan dari jarak jauh di angkasa. Bila dicermati peta kuno itu sama benar dengan peta bikinan Angkatan Udara AS hasil proyeksi sama jarak dari titik tolak di Mesir. Di Val Camonica (Italia) dan di Tassili (Gurun Sahara) terdapat lukisan dinding yang menggambarkan orang berpakaian seperti astronot zaman sekarang, lengkap dengan baju tebal dan helm. Bahkan helmnya menutupi seluruh kepala dan dilengkapi antena. Kalau begitu benarkah dulu pemah terjadi penerbangan angkasa luar yang dilakukan makhluk dari planet lain ke bumi? Dalam perkembangannya makhluk dari angkasa luar itu berubah wujud menjadi tokoh dewa, sering dipuja masyarakat purba. Adanya dewa tergambar jelas dari mitologi dan berbagai kitab keagamaan di pusat-pusat kebudayaan kuno, seperti di Maya, Inca, Mesopotamia, India, Mesir, Yunani, Romawi, dan Indonesia. Dalam mitologi dan kitab keagamaan digambarkan para dewa bersemayam jauh di atas sana dan sewaktu-waktu dapat berkunjung ke bumi, baik dengan terbang secara langsung maupun menggunakan wahana antariksa. Sampai kini kita belum dapat memberikan jawaban yang pasti apakah pembangunan piramida dan Candi Borobudur memang benar-benar dibantu makhluk dari angkasa luar ataukah keterampilan bangsa sekarang masih minim. Teori siapakah yang harus kita ikuti, teori von Daniken yang imajinatif dan bobot ilmiahnya kurang meyakinkan ataukah teori para arkeolog yang saintifik? Sayang teori yang saintifik itu masih misteri seperti halnya misteri yang masih menyelimuti piramida dan Candi Borobudur.

Kisah UFO di Zaman Purbakala

Batu Dropa


Cerita dari Dropa untuk kami dimulai di tempat yang sama, tetapi tahun 1938. Gunung-gunung adalah Baian Kara-Ula-gunung di perbatasan yang membagi Cina dan Tibet. Sebuah ekspedisi arkeologi, dipimpin oleh Chi Pu Tei, telah trudged ke hampir tidak dapat diakses pegunungan, dan telah terjadi pada beberapa gua yang jelas telah diduduki oleh orang primitif panjang ago.On dinding yang diukir pictograms dari langit: matahari, bulan, bintang-bintang, dan bumi dengan garis titik-titik yang menghubungkan mereka.

Kemudian dibuat tim yang paling menakjubkan dari semua penemuan. Setengah-dikuburkan di lantai tanah dari gua adalah batu aneh disk, jelas ketinggalan jaman oleh tangan sebuah makhluk cerdas. Disk sekitar sembilan inci dan diameter tiga perempat nyaris tebal. Tepat di pusat adalah sempurna bulat, 3 / 4 "lubang, dan ukiran dalam menghadapi denda adalah alur sulur keluar dari pusat ke pinggiran, membuat disk untuk melihat seluruh dunia seperti beberapa jenis primitif pikap record.

satu piring, tanggal menjadi antara 10.000 dan 12.000 tahun, tetapi heran adalah dikalikan berlipat ganda. Di semua, 716 piring tersebut ditemukan. Dan setiap diadakan rahasia yang menakjubkan. The alur, setelah pemeriksaan lebih lanjut, juga tidak disenangi di semua, namun yang aneh dari baris tulisan mesir pd masa purbakala berukir - menulis!

The Dropa Stones
The story of the Dropa for us begins in the same place, but the year is 1938. The mountains are the Baian-Kara-Ula mountains on the border that divides China and Tibet. An archaeological expedition, led by Chi Pu Tei, has trudged into the barely accessible mountain range, and has happened upon some caves that had obviously been occupied by a primitive people long ago.On the walls were carved pictograms of the heavens: the sun, the moon, the stars, and the Earth with lines of dots connecting them. Then the team made the most incredible discovery of all. Half-buried in the dirt floor of the cave was an odd stone disk, obviously fashioned by the hand of an intelligent creature. The disk was approximately nine inches in diameter and three-quarters of an inch thick. In the exact center was a perfectly round, 3/4" hole, and etched in its face was a fine groove spiraling out from the center to the rim, making the disk look for all the world like some kind of primitive phonograph record.This one plate, dated to be between 10,000 and 12,000 years old , but the wonder was multiplied manifold. In all, 716 such plates were found. And each held an incredible secret. The groove, upon further inspection, was not a groove at all, but a continuous line of strange carved hieroglyphics - writing!



Dari ahli alien kuno Tsum Um Nui, pada tahun 1962, painstakingly transcribed karakter dari disk untuk kertas. Penulisan sangat kecil ia harus menggunakan kaca untuk melihatnya dengan jelas. Tetapi batu yang lama - mungkin 12.000 tahun, maka diperkirakan - dan sebagian besar tulisan mesir pd masa purbakala yang sulit untuk membuat atau telah dikenakan oleh waktu dan elemen. Karena ia bekerja, banyak pertanyaan yang nagged profesor.

Bagaimana orang ini primitif mode ini tepat batu? Bagaimana mereka mengelola hampir mikroskopis menulis? Yang mereka dan bagaimana tujuan ini ratusan batu? Setelah karakter yang transcribed, Dr Tsum Um Nui mulai dari tugas yang arduous mencoba untuk membaca sandi yang pesan. Pada akhirnya, ia mulai membuat kemajuan. Sebuah kata muncul. Kemudian lain. Sebuah frase menjadi dimengerti, maka keseluruhan kalimat.

Dia telah rusak kode. Dia discerned bahwa pesan pada batu yang ditulis oleh orang-orang yang disebut Dropa sendiri. Tetapi apa yang mereka berkata kepadanya 12.000 tahun kemudian dibuat tidak mengerti. Apa yang telah ditulis Dropa harus telah salah satu budaya mereka mitos, atau merupakan bagian dari beberapa prasejarah upacara keagamaan.

Atau karena itu? Ketika ia telah menyelesaikan terjemahan wrote profesor di atas kertas pada temuan dan disajikan ke universitas untuk publikasi. Mereka adalah reaksi cepat dan tegas: karya tidak akan dipublikasikan. Academy of Prasejarah tegas melarang dia untuk mempublikasikan atau bahkan berbicara kepada temuan. Dunia, akademi memutuskan, seharusnya tidak mengetahui Dropa dan mereka amat penting untuk perjalanan Bumi.

The Dropa disk menceritakan kisahnya dari roket jarak yang jauh dari planet yang crash-mendarat di Baian Kara-Ula-gunung di Himalaya. Yang di sini dari kendaraan angkasa - yang Dropa - perlindungan ditemukan di gua dari batu mountains.The pergi ke berkata bagaimana Dropa tidak dapat dinonaktifkan untuk perbaikan kendaraan angkasa dan mereka tidak dapat kembali ke rumah mereka planet, dan sebagainya terdampar di Bumi. Jika itu benar, mereka telah bertahan descendents?

ancient aliens Dr. Tsum Um Nui , in 1962, painstakingly transcribed the characters from the disk to paper. The writing was so small he had to use a magnifying glass to see it clearly. But the stones were old - perhaps 12,000 years old, it was estimated - and much of the hieroglyphics were difficult to make out or had been worn away by time and the elements. As he worked, many questions nagged the professor. How did these primitive people fashion these precise stones? How did they manage the almost microscopic writing? Who were they and what was the purpose of these hundreds of stones? Once the characters were transcribed, Dr. Tsum Um Nui began the arduous task of trying to decode its message. Eventually, he began to make progress. A word emerged. Then another. A phrase became understandable, then an entire sentence. He had broken the code. He discerned that the messages on the stones were written by a people who called themselves the Dropa. But what they were saying to him 12,000 years later made no sense. What the Dropa had written must have been one of their cultural myths, or was part of some prehistoric religious ceremony.
Quote:
Or was it? When he had completed the translation the professor wrote up a paper on his findings and presented it to the university for publication. Their reaction was swift and emphatic: the paper would not be published. The Academy of Prehistory expressly forbade him to publish or even speak of his findings. The world, the academy decided, should not know about the Dropa and their fateful journey to Earth.The Dropa disks tell the story of a space probe from a distant planet that crash-landed in the Baian-Kara-Ula mountains of the Himalayas. The occupants of the spacecraft - the Dropa - found refuge in the caves of the mountains.The stones go on to say how the Dropa were unable to repair their disabled spacecraft and could not return to their home planet, and so were stranded on Earth. If that's true, have their descendents survived?

Ancient aliens The Dogons


Dogons adalah orang terkenal asal usul alam semesta oleh mereka, mereka esotericism, mitos dan legenda mereka yang minat asing di titik tertinggi dalam mencari budaya atau pariwisata.
Penduduk yang akan dinilai adalah tentang 300.000 orang yang tinggal di Selatan Barat dari Nigeria lingkaran di wilayah Mopti di Mali (Bandiagara, Koro, Banka), di dekat Douentza dan bagian dari Burkina Utara (Utara barat Ouahigouya).

The Dogon's (Mali, Afrika) nusa dan bangsa telah ditunjuk sebuah situs Warisan Dunia untuk budaya dan alam yang signifikan. Mereka juga terkenal atas kemampuan seni dan pengetahuan luas tentang perbintangan, terutama bintang Sirius, yang merupakan pusat dari ajaran agama mereka.

Dogons yang tahu bahwa Sirius A, yang cerdas dalam sistem kami cakrawala, adalah sebelah putih kecil kerdil disebut Sirius B, yang tidak teridentifikasi oleh ilmuwan barat sampai 1978. Dogons yang tahu tentang itu setidaknya 1000 tahun yang lalu. Sirius B telah membentuk dasar dari holiest Dogon kepercayaan sejak jaman dahulu.

Astronomers Barat tidak menemukan bintang sampai pertengahan abad kesembilan belas, dan bahkan ia tidak foto sampai 1970.

Dogons yang pergi sejauh menjelaskan ketiga bintang Sirius dalam sistem, yang disebut "Emme Ya" itu, sampai saat ini, belum diidentifikasi oleh astronomers. Selain mereka pengetahuan tentang Sirius B, yang meliputi Dogon Mitologi Saturn's cincin Jupiter dan bulan-bulan yang empat besar. Mereka memiliki empat kalender, untuk Matahari, Bulan, Sirius, dan Venus, dan telah lama dikenal bintang yang mengitari matahari.

Bagaimana ini Dogon's teka-teki Ilmiah Pengetahuan tentang Astronomi datang dari? Menurut tradisi lisan mereka, perlombaan orang dari Sirius sistem yang disebut Nommos dikunjungi Bumi ribuan tahun yang lalu. Yang Nommos yang jelek, amfibi makhluk yang dilihat mermen dan mermaids. Mereka juga muncul di Babilon, Accadian, dan Sumeria mitos.

Dewi Isis di Mesir, yang kadang-kadang digambarkan sebagai mermaid, juga terkait dengan bintang Sirius. Nommos yang, menurut legenda Dogon, yang tinggal di planet lain yang orbits bintang Sirius dalam sistem. Mereka mendarat di Bumi dalam sebuah "tabut" yang dibuat pemintalan yang layak untuk tanah besar dengan kebisingan dan angin. Itu adalah Nommos yang Dogon memberikan pengetahuan tentang Sirius B!
(Gambar: asli Dogon couple. Ini adalah salah satu simbol terbesar dari Dogon peradaban. Pahat mewakili pasangan)




Benda terbang aneh ini petroglyphs diciptakan ribuan tahun yang lalu oleh India kuno di Amerika Barat Daya. Menurut cerita rakyat India, dua benda collided tinggi di langit dan satu-crash mendarat di wilayah Tewas Valley. Beberapa laki-laki tiba (sampai pada kapal lain) dan menghabiskan beberapa waktu perbaikan yang rusak dan Kerajinan yang diamati oleh lokal India. Kedua gambar di bawah ini mungkin menggambarkan kapal (kiri) digunakan oleh orang-orang yang datang untuk memperbaiki kerusakan kerajinan. Dalam membandingkan dua gambar, yang satu di sebelah kanan tampaknya menggambarkan kerusakan struktural di sekitar pinggiran dan bagian bawah. Harus bisa salah satu yang didakwa crashed? Stills gambar yang diambil dari sebuah seri TV lama berjudul "Pencarian ..." host oleh Leonard Nimoy
These ufo petroglyphs were created thousands of years ago by ancient Indians in the American Southwest. According to Indian folklore, two objects collided high in the sky and one crash-landed in the region of Death Valley. Some men arrived (presumably in another ship) and spent some time repairing the damaged Craft and were observed by the local Indians. The two images below may possibly depict the ship (left) used by the men who came to repair the damaged craft. In comparing the two images, the one on the right seems to depict structural damage around the edges and the bottom. Could it be the one that allegedly crashed? The images are stills taken from an old TV series entitled "In search of..." hosted by Leonard Nimoy.


Ini adalah sebuah seni reproduksi relief ditemukan di sebuah labirin di pulau Jotuo di Toengt'ing danau. Ekspedisi yang terjadi di tahun 1957 (dua tahun sebelum gempa bumi yang terjadi di daerah ini). Ekspedisi yang dipimpin oleh profesor Tsj'i Pen-Lai. Mereka menemukan berbagai relief menampilkan "manusia" dalam pakaian yang aneh, sepertinya cocok angkasa (menyemprot seperti objek terlampir pada pakaian). Mereka juga ditemukan sebuah lukisan yang tampaknya dilihat dalam tata surya. Ketiga dan keempat lingkaran (planet) yang terhubung dengan baris. Juga ada sepuluh bintang (kecuali matahari sebagai planet). Menghubungkan ini dengan mudah untuk teori tentang Nibiru, planet X, dll


Ini adalah dua lukisan gua dari Tanzania. Keduanya diperkirakan hingga 29.000 tahun. Yang satu di sebelah kiri terletak di Itolo dan menggambarkan beberapa objek berbentuk disk. Lukisan yang lain adalah dari Kolo menunjukkan sekitar empat entitas yang perempuan. Perhatikan juga entitas tampil dari beberapa jenis di dalam kotak atau objek.
These are two cave paintings from Tanzania. Both are estimated to be up to 29,000 years old. The one on the left is located in Itolo and depicts several disc shaped objects. The other painting is from Kolo shows four entities surrounding a women. Notice also the entity looking down from inside some sort of box or object.






Ini adalah dua gambar dari Prancis, gua dari "Pech Merle" dekat "Le Cabrerets" c.17000 - 15.000 SM. Menggambarkan tempat yang penuh dengan pemandangan satwa liar bersama-sama dengan sejumlah lepek berbentuk objek. Obyek tampaknya total dari konteks.
This two images are from France, the cave of "Pech Merle" near "Le Cabrerets" c.17,000 - 15,000 BC. The scene depicts a landscape full of wildlife together with a number of saucer shaped objects. The objects seem totally out of context.




Kedua contoh adalah batu seni dari Toro Muerto, Peru 12-14000 tahun. Perhatikan makhluk memiliki beberapa jenis halo atau meliputi lebih dari kepala mereka (bandingkan dengan Val Camonica foto di bawah). Selain itu, di sebelah kanan gambar ada beberapa jenis objek kiri yang utama. Mungkin benda terbang aneh?
These two examples of rock art are from Toro Muerto,Peru 12-14,000 years old. Notice the beings have some sort of halo or covering over their heads (compare with the Val Camonica photo below). Also, in the right hand picture there is some sort of object left of the main being. Possibly a UFO ?


Ini adalah lukisan gua dan c.10000 SM adalah dari Val Camonica, Italia. Tampaknya untuk menggambarkan dua makhluk dalam perlindungan sesuai dengan memegang menerapkan aneh.
This cave painting is c.10,000 BC and is from Val Camonica, Italy. It appears to depict two beings in protective suits holding strange implements.






Dua gambar dari c.6000 SM Tassili, Gurun Sahara, Afrika Utara. Mereka tidak melihat apakah mereka manusia? Pemberitahuan juga disk di langit di sisi kiri gambar.
Two images c.6000 BC from Tassili, Sahara Desert, North Africa. They do not look human do they ? Also notice the disk in the sky in left hand picture. 


Ini adalah petroglyph ditemukan tahun 7000 di provinsi Querato, Mexico pada tahun 1966. Anda dapat melihat angka 4 dengan tangan mereka terulur lonjong besar di bawah objek memancarkan apa yang akan muncul beams penerangan.
This is a 7000 year petroglyph discovered in the province of Querato, Mexico in 1966. You can see 4 figures with their arms outstretched below a large oval object radiating what appear to be beams of light.


Lebih aneh melihat angka (asing) ini dari waktu Sego Canyon, Utah. Perkiraan hingga 5500 SM.








Ini adalah gambar dari buku oleh Lt. Gray. "Jurnal Dua ekspedisi dari Discovery di Utara-Barat dan Barat Australia 1837, 1838, 1839 &". Dia memimpin sebuah ekspedisi di abad ke-19 untuk beberapa gua di dekat Sungai Glenelg wilayah Depok, Northern Australia di mana dia datang di sebuah rangkaian lukisan gua. Makhluk yang disebut dengan Wandjina oleh Aboriginies yang dilukis mereka.
These are illustrations from a book by Lt. Grey. "Journals of Two Expeditions of Discovery in North-West and Western Australia 1837, 1838, & 1839". He led an expedition in the 19th century to some caves near the Glenelg River region of Kimberley, Northern Australia where he came across a series of cave paintings. The beings are called the Wandjina by the Aboriginies who painted them.


Contoh lebih lanjut Wandjina. Ini sebuah gambar dari kimberley, Australia. Mungkin tahun 5000. Beberapa orang yang percaya bahwa mereka dapat mewakili ET makhluk. Perhatikan bagaimana yang ada di tengah dan di sebelah kiri menyerupai kepala ukuran abu-abu aliens.
More examples of Wandjina. These a images from Kimberley, Australia. Possibly 5,000 years old. Some people believe they may represent ET beings. Notice how the ones in the middle and on the left resemble the head size of grey aliens.





Foto di atas adalah sejumlah entitas terkutuk ditemukan di Irak. Mereka adalah tanggal pada 5000-4500 SM. Mereka tinggal di Muzium British.





Foto ini menggambarkan angka ditemukan di Equador. Pemberitahuan mereka akan muncul ke ruang pakai cocok. Anda dapat melihat perbandingan foto dengan Apollo angkasa.

These photos depict figures found in Equador. Notice they appear to be wearing space suits. You can see a comparison photo with an Apollo astronaut.





Ini adalah sebuah gambaran dari Cina dari fiksi buku berjudul "ilustrasi Survei Aneh Negara" (c.1400 AD) dan memiliki keterangan asli berikut: "Ji Gung Tanah: Masyarakat dapat membuat mobil yang berada jauh dengan angin yang cocok. Dalam Tarng hari (c.1700 SM), Ji Gung orang yang berada di sebuah mobil westerley mencapai Yew Jo. Tarng dismantled mobil sehingga mereka tidak dapat menunjukkan kepada masyarakat ... Nanti angin timur yang datang pada mereka yang telah terbang mobil kembali ke negara mereka sendiri [5000 km] barat pf kami gateway.
This is an old Chinese illustration from a fictional book entitled "Illustrated Survey of Weird Countries" (c.1400 A.D.) and had the following original caption: "Ji Gung Land: The people could make flying cars that travelled far with a suitable wind. In Tarng's day (c.1700 B.C.), Ji Gung people flying a car on a westerley reached Yew Jo. Tarng dismantled their car so it could not be demonstrated to the people ... Later an east wind came on which he had them fly the car back to their own country [5,000 km] west pf our gateway."



Ini adalah karya seni alledgedly dari Dharamsala candi Buddha di Himachal Pradesh, India. Di sinilah Dalai Lama hidup di pengasingan. Anda hanya dapat membuat enam perak lepek berbentuk objek.
This artwork is alledgedly from the buddhist Dharamsala temple in Himachal Pradesh, India. This is where the Dalai Lama lives in exile. You can just make out six silvery saucer shaped objects.





Ini gambar dari dua memeluk dari tanggal 12 abad naskah "Annales Laurissenses" (volume / buku tentang sejarah dan peristiwa agama) dan merujuk kepada benda terbang aneh pengamatan pada tahun 776, selama pengepungan pada Sigiburg puri, Prancis. Saxon yang terkepung dan dikelilingi Perancis orang. Mereka kedua berkelahi ketika tiba-tiba sekelompok disc (berapi perisai) ternyata hovering di atas jemaat. Ternyata ke Saxon bahwa Perancis yang dilindungi oleh objek tersebut Saxon dan melarikan diri.
These images of two crusaders date from a 12th century manuscript " Annales Laurissenses" (volumes/books about historical and religion events)and refer to a UFO sighting in the year 776, during the siege on Sigiburg castle, France. The Saxons besieged and surrounded the French people. They both were fighting when suddenly a group of discs (flaming shields) appeared hovering over the top of the church. It appeared to the Saxons that the French were protected by these objects and the Saxons fled.